[Manusia memang selalu membutuhkan partner untk selalu berbagi. Dr hal2 kecil sampai ke urusan yg sangat besar. Aku jd teringat apa yg pnah sahabt ku bilang saat dia memelukku dan berkata -terimaksh sob,tanpa telingamu yg selalu sedia mendgar keluh kesahku,aku merasa aku bgaikan burung tanpa sayap-. Memang kdgarannya trlalu puitis waktu ku dengar kata2 itu terucap dr bibirnya,krna wktu itu aku dan dia msh duduk di bangku kelas 1 sma. namun seiring dgn berjalannya wktu,aku akhrnya menyadari kalau kata2 itu ternyata bermakna sangat dalam dan menyenth hati. Saat ini jg,di usiaku yg akan menjelang 30-an, aku pun merindukan seseorg yg akan slalu mengisi ruang hatiku -istri-. Lama aku berkutat dgn semua problematik hdup yg aku jalani, hgga aku jenuh saat ini. Aku akhrnya menemukan kalau jiwaku terasa kosong tanpa seseorg dsana. Aku bth cinta,kash sayang dan perhatian yg tulus. Jenuh aku akan cinta/perhatian yg bermahkotakan kepura2aan. Kali ini,aku hanya memasrahkan semua itu ke dalam Damai ...
DOSENKU TAK SEDEWASA ADIKKU
Bekasi, 2010_March_15. 17.10 WIB
Aku punya seorang adik
perempuan. Dia sangat baik dan sayang padaku. Meskipun aku sering kurang
perhatian padanya tetapi dia yang lebih memperhatikan aku. Dia bisa membuat aku
bahagia dengan tingkah dan lelucon-leluconnya yang membuat aku betah tinggal di
rumah sehabis pulang kuliah. Dia masih duduk di sekolah menengah atas (SMA)
tingkat II, tetapi dia lebih dewasa dari dosenku yang notabene lulusan sarjana
dari Perguruan Tinggi Negeri. Tetapi sikap dan karakternya tidak menunjukkan
bahwasanya dia adalah seorang dosen yang seharusnya menjadi sosok yang bisa
ditiru oleh para mahasiswanya. Aku merasa kasiha kepada dosenku karena dibenci
dan tidak dihargai oleh teman-temanku karena mata kuliahnya sering tidak
dihadiri oleh teman-temanku.
Banyak hal yang aku bangga
mempunyai seorang adik sepertinya. Dia tidak matre, tidak banyak tingkah
‘pecicilan’ seperti teman-teman se...
“” HATI SEORANG GURU ””
(March, 12-2010)
Banyak orang sudah mengenal
lagu berjudul “umar bakri” yang dibawakan oleh seorang penyanyi legendaris
Indonesia, Iwan Fals. Lagu itu bertutur mengenai seorang guru dan cerita
hidupnya yang jauh dari kekayaan. Yang dia punya hanyalah ilmu yang akan
diberikannya kepada murid-muridnya. Menurut banyak orang, menjadi seorang guru
itu tidak akan menghasilkan banyak uang. Banyak guru yang terpanggil jiwanya
untuk mendidik manusia (siswa-siswi) bukan dengan maksud memperkaya diri,
karena memang penghasilan seorang guru tidak lebih dari hanya bisa mencukupi
kebutuhannya sehari-hari. Seorang guru hanya bisa menutupi keperluan lainnya
dengan melakukan pekerjaan lain seperti bertani, berdagang dan lain sebagainya.
Tetapi mereka merasakan ada panggilan yang datang dari dalam lubuk hati mereka
yang paling dalam untuk mengabdi kepada masyarakat dengan membagikan ilmu dan
pengetahuan mereka melalui jalur pengajaran.
Seti...
Komentar