PENERAPAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS DATA ENTRY PADA PROGRAM MAGANG DI PUSAT PELAYANAN BAHASA

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

Disusun oleh: Faneza 2221150012

 

 

 

PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS FAKULTAS SASTRA DAN BAHASA UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA 2026

 

 


HALAMAN PERSETUJUAN

 

 

 

 

Naskah laporan magang oleh mahasiswa:

 

 

Nama               : Faneza

NIM                  2221150012

Judul               : Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris Dalam Mendukung Efektivitas Data Entry Pada Program Magang Di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia

 

Telah diperiksa dan dikoreksi dengan baik dan cermat. Oleh karena itu, pembimbing menyetujui mahasiswa tersebut untuk diuji.

 

 



HALAMAN PENGESAHAN

 

PENERAPAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS DATA ENTRY PADA PROGRAM MAGANG DI PUSAT PELAYANAN BAHASA UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

 

 

 

Disusun oleh:

 

FANEZA

 

2221150012

 

 

Disetujui dan Disahkan Sebagai Laporan Magang

 

 

 



KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, petunjuk, dan kasih karunia-Nya sehingga laporan kegiatan magang yang berjudul “Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris Dalam Mendukung Efektivitas Data Entry Pada Program Magang di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia” ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Laporan magang ini disusun sebagai salah satu persyaratan akademik untuk memenuhi mata kuliah Internship pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia. Melalui kegiatan magang ini, penulis diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional secara optimal.

Penyusunan laporan kegiatan magang ini dapat terlaksana dengan baik berkat adanya bantuan, dukungan, serta bimbingan dari berbagai pihak, baik selama pelaksanaan magang maupun dalam proses penyusunan laporan. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.     Ibu Susanne A.H. Sitohang, S.S., M.A., selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia.

2.     Bapak Jannes Freddy Pardede, S.S., M.Hum., selaku Wakil Dekan Fakultas Sastra Universitas Kristen Indonesia.

3.      Ibu Mike Wijaya Saragih, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Studi Sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia.

4.      Ibu Lisbeth Juliana Sirait, S.S., M.Li., selaku dosen pembimbing yang telah sabar membimbing dan memberikan masukan kepada penulis dalam menulis laporan magang.

5.      Ibu Febrimarini Br Sinulingga, M. Pd., Kak Rossusena, Kak Adiranto, Dan Kak Lea selaku Kepala Pusat Pelayanan Bahasa, mentor, kakak yang dengan sabar membina penulis selama menjalani kegiatan magang di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia.

6.     Bapak Gunawan Tambunsaribu, S.S., M.Sas., selaku pembimbing teknis dalam penulisan dan penguji laporan, yang telah memberi bimbingan dan masukan kepada menulis dalam penulisan laporan magang ini.


DAFTAR ISI


HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR............................................................................................................. iii

DAFTAR ISI............................................................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1

1.3  Sistematika Laporan......................................................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................................... 5

2.1  Teori Data Entry............................................................................................................... 5

2.2    Penyuntingan................................................................................................................... 6

2.3  Penerjemahan.................................................................................................................... 6

BAB III METODE PELAKSANAAN...................................................................................... 8

3.1  Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang Kerja............................................................... 8

3.2  Prosedur Pelaksanaan....................................................................................................... 8

3.2.1  Tahap Persiapan......................................................................................................... 8

3.2.2  Tahap Pelaksanaan..................................................................................................... 9

3.2.3  Tahap Akhir dan Pelaporan..................................................................................... 10

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................. 11

4.1  Profil Lokasi Magang..................................................................................................... 11

4.1.1  Sejarah Singkat Lokasi Magang.............................................................................. 11

4.1.2  Struktur Organisasi dan Tata Kelola........................................................................ 11

4.2  Deskripsi Kegiatan Magang........................................................................................... 12

4.3  Pembahasan Hasil Kegiatan Magang............................................................................. 13

4.3.1  Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris dalam Kegiatan Data Entry Hasil Tes TOEIC.............................................................................................................................. 14

4.3.2  Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris dalam Kegiatan Penyuntingan................ 16

4.3.3  Penerjemahan Dokumen Form Survei Kepuasan ILQI TOEIC Preparation Course............................................................................................................................... 18

4.3.4  Pengembangan Kompetensi dan Softskills............................................................... 20

BAB V PENUTUP.................................................................................................................. 21

5.1  Kesimpulan..................................................................................................................... 21

REFERENSI............................................................................................................................ 23

LAMPIRAN............................................................................................................................ 23

1.         SERTIFIKAT MAGANG............................................................................................. 24

2.         DAFTAR HADIR......................................................................................................... 24

3.         Dokumentasi Magang................................................................................................... 37

4.         Form Evaluasi Magang................................................................................................. 38


BAB I PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

 

Kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi keterampilan yang sangat penting di dunia kerja, termasuk dalam kegiatan administrasi dan pengelolaan data. Menurut Harmer (2007), kemampuan bahasa Inggris berperan penting dalam membentuk kompetensi profesional, terutama dalam pekerjaan yang menuntut ketelitian, komunikasi lintas bahasa, dan pemahaman terhadap konteks akademik maupun administratif. Bahasa Inggris berperan tidak hanya sebagai alat komunikasi global, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara akurat. Dalam konteks Lembaga pendidikan, penguasaan Bahasa Inggris seling kali dikombinasikan dengan keahlian seperti manajemen data dan entry data, yang merupakan aspek penting dalam proses administrasi bahasa. Oleh karena itu, penulis diharapkan mampu mengaplikasikan keterampilan berbahasa yang dimilikinya dalam program magang yang telah dijalankan.

Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia adalah unit yang bergerak dalam bidang pengembangan dan penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia. Unit ini bertanggung jawab dalam memastikan seluruh warga civitas akademik UKI memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik terutama bahasa Inggris, yang ditunjukan dengan adanya sertifikasi kemampuan bahasa Inggris melalui tes resmi berstandar internasional. Untuk menjalankan programnya, UPT PPB UKI menggandeng berbagai partner kerja sama antara lain dengan International Test Center (ITC) dalam program sertifikasi kemampuan bahasa Inggris. Kegiatan Pusat Pelayanan Bahasa UKI sangat bergantung pada pengelolaan data yang akurat dan sistematis. Oleh karena itu, pekerjaan penginputan data menjadi elemen penting karena berperan mendukung ketertiban administrasi, penyimpanan hasil tes, dan penyusunan laporan kebahasaan.

Kegiatan data entry lebih dari sekadar tindakan teknis untuk memasukkan informasi ke dalam komputer. Kegiatan ini juga memerlukan pemahaman tentang konteks, ketelitian dalam membaca informasi, dan penyesuaian format data agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh lembaga. Data Entry  adalah proses penginputan, pemeriksaan, dan


pengolahan informasi ke dalam sistem digital, yang bertujuan untuk memastikan informasi akurat dan meningkatkan efisiensi organisasi (Laudon & Laudon, 2017). Dalam konteks Pusat Pelayanan Bahasa, kegiatan ini sangat terkait dengan pengolahan data ujian bahasa, penyusunan nilai TOEIC, dan pengelolaan arsip (English Proficiency Test) EPT, yang sebagian besar menggunakan istilah serta instruksi dalam bahasa Inggris.

Selama pelaksanaan magang di Pusat Pelayanan Bahasa UKI, penulis berkesempatan untuk berperan langsung dalam beberapa kegiatan administratif yang berkaitan dengan data entry. Tugas-tugas tersebut antara lain menyatukan data skor roster peserta tes, memindahkan data soal English Proficiency Test (EPT) dan melakukan proofreading terhadap dokumen tersebut, serta melakukan akumulasi skor TOEIC untuk kebutuhan laporan lembaga. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan kemampuan memahami data berbahasa Inggris agar tidak terjadi kesalahan input maupun interpretasi. Selain itu, proses proofreading pada dokumen soal (English Proficiency Test) EPT juga melatih kemampuan linguistik dan kesadaran terhadap struktur serta tata bahasa Inggris yang benar. Selain memperkuat kemampuan bahasa, pekerjaan data entry juga mengembangkan aspek soft skills seperti ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam lingkungan profesional. Dalam dunia kerja yang semakin terdigitalisasi, kombinasi antara kemampuan bahasa dan kecakapan teknologi informasi menjadi keunggulan tersendiri bagi mahasiswa.

Dengan demikian, kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis di bidang administrasi kebahasaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Sastra Inggris dalam mengintegrasikan teori bahasa, teknologi informasi, dan profesionalisme kerja. Melalui laporan ini, penulis bermaksud mendeskripsikan pelaksanaan tugas data entry di Pusat Pelayanan Bahasa UKI, menganalisis penerapan kompetensi bahasa Inggris dalam pekerjaan tersebut, serta menilai kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan linguistik dan keterampilan profesional mahasiswa.

1.2  Tujuan Magang Kerja

 

Magang kerja memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja, sekaligus menjadi sarana penerapan ilmu yang telah dipelajari ke dalam praktik professional. Dengan mengikuti program magang di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas  Kristen  Indonesia,  penulis  diharapkan  mampu  meningkatkan  kemampuan


keterampilan administratif yang berkaitan dengan bahasa. Adapun tujuan utama dari pelaksanaan magang ini diantaranya:

·         Mengembangkan keterampilan teknis dalam bidang data entry, termasuk penyatuan data skor roster, pemindahan data soal English Proficiency Test (EPT), dan pengakumulasian skor TOEIC.

·         Menerapkan kemampuan bahasa Inggris dalam konteks profesional, khususnya dalam kegiatan administrasi kebahasaan seperti pengolahan data dan proofreading dokumen.

·         Meningkatkan kemampuan analisis dan pemahaman terhadap istilah akademik berbahasa Inggris yang digunakan dalam kegiatan administrasi dan kebahasaan.

·         Melatih ketelitian, tanggung jawab, dan disiplin kerja dalam pengelolaan data agar informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

1.3  Sistematika Laporan

 

Laporan magang ini ditulis secara sistematis agar dapat memberi visualisasi yang jelas mengenai kegiatan magang dan penerapan teori yang relevan dalam konteks pekerjaan, Adapun sistematika laporan in terdiri dari:

Bab I - Pendahuluan: Penulis membahas latar belakang kemampuan berbahasa Inggris, UPT Pusat Pelayanan Bahasa UKI sebagai penerapan kemampuan bahasa Inggris dalam pekerjaan data entry, serta manfaat magang bagi mahasiswa dan instansi.

Bab II - Tinjauan Pustaka: Bab II ini berisi teori-teori yang mendukung proses penulisan laporan magang. Dalam laporan ini, penulis memakai teori Information and Data Literacy yang dikemukakan oleh Bawden dan Robinson (2020). Teori ini menekankan pentingnya kemampuan individu dalam memahami, mengelola, serta menggunakan informasi dan data secara efektif, akurat, dan bertanggung jawab.

Bab III - Metode Pelaksanaan: Bab III berisi penjelasan waktu, tempat, serta tugas yang dilakukan selama magang, yakni data entry, proofreading, dan penerjemahan. Pelaksanaan dilakukan melalui observasi langsung dan praktik administrasi dengan memanfaatkan perangkat digital serta bimbingan staf UPT PPB UKI.


Bab IV - Hasil dan Pembahasan: Menguraikan hasil kegiatan magang dan penerapan teori dalam praktek kerja berdasar teori yang akan dipakai. Penulis belajar mengelola data dan dokumen bahasa Inggris dengan teliti dan kontekstual.

Bab V - Penutup: Penyimpulan laporan magang, saran diberikan agar kegiatan magang berikutnya menambah pelatihan teknis pengelolaan data dan kolaborasi antar peserta, dan penutup.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Teori Data Entry

 

Kegiatan data entry sering kali dianggap sebagai pekerjaan teknis yang hanya melibatkan penginputan data ke komputer. Data entry didefinisikan sebagai proses penginputan, pemeriksaan, dan pengelolaan informasi ke dalam sistem digital untuk memastikan bahwa data yang tersimpan akurat dan dapat digunakan secara efisien (Laudon & Laudon, 2017). Proses ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memerlukan kemampuan analitis dan pemahaman terhadap konteks informasi yang diolah.

Menurut Bawden dan Robinson (2020), data literacy merupakan bagian dari kompetensi literasi informasi yang mencakup kemampuan memahami bagaimana data dikumpulkan, diinterpretasikan, dikelola, dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Dalam kerangka ini, data entry dipandang sebagai tahap awal dari siklus pengelolaan informasi, di mana seseorang berperan dalam memastikan integritas dan keakuratan data yang akan digunakan oleh organisasi.

Dalam kegiatan magang di PPB UKI, data entry digunakan dalam pengelolaan data peserta dan hasil tes TOEIC maupun English Proficiency Test (EPT). Seluruh format data dan label kolom, seperti Participants ID, Test Date, Listening Score, Structure Score dan Reading Score menggunakan bahasa Inggris, sehingga keterampilan linguistik menjadi sangat penting untuk memahami konteks dan arti setiap entri. Pekerjaan ini tidak sekadar memasukkan data, tetapi juga menuntut kemampuan menilai dan memvalidasi informasi, sebagaimana dijelaskan dalam teori data literacy.

Dengan demikian, penerapan data entry selama magang merupakan bentuk nyata dari penggabungan keterampilan teknis dan kemampuan linguistik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai operator data, tetapi juga sebagai pengguna bahasa yang mampu memahami, menafsirkan, dan mengelola informasi dengan akurat, sesuai dengan prinsip Information and data literacy (Bawden & Robinson, 2020).


2.2    Penyuntingan

 

Proofreading (penyuntingan) adalah tahap akhir dalam proses penyuntingan teks yang berfokus pada pemeriksaan aspek mekanis dan linguistik untuk memastikan teks bebas dari kesalahan ejaan, tata bahasa, tanda baca, serta kesalahan tipografi. Menurut Nord (2018), proofreading merupakan aktivitas penting dalam proses produksi teks profesional karena menjamin kualitas dan kejelasan pesan sebelum teks dipublikasikan atau digunakan secara resmi.

Selama menjalani kegiatan magang di PPB UKI, keterampilan proofreading digunakan ketika penulis melakukan pemeriksaan terhadap dokumen soal English Proficiency Test (EPT) dan naskah kebahasaan lainnya seperti hasil penerjemahan yang dikerjakan. Penulis bertanggung jawab memeriksa konsistensi tata bahasa, struktur kalimat, serta kesesuaian antara teks bahasa Inggris dalam konteks akademik. Misalnya, ketika memeriksa kalimat soal, penulis perlu memastikan bahwa konstruksi gramatikal sudah benar, ejaan sesuai standar, dan tidak ada ambiguitas makna yang dapat mengganggu pemahaman peserta tes.

Selain itu, proofreading juga berkaitan erat dengan literacy information karena melibatkan kemampuan menilai keakuratan dan keandalan teks sebagai bentuk informasi. Sebagaimana dijelaskan oleh Bawden dan Robinson (2020), literacy information mencakup keterampilan kritis dalam mengevaluasi isi dan bentuk informasi sebelum digunakan atau dibagikan. Dengan demikian, kegiatan proofreading selama magang bukan hanya bertujuan memperbaiki kesalahan bahasa, tetapi juga memastikan validitas dan kredibilitas informasi yang dihasilkan.

2.3  Penerjemahan

 

Keterampilan lain yang digunakan selama kegiatan magang berlangsung adalah penerjemahan. Menurut Newmark (dalam Tambunsaribu, 2023) kegiatan penerjemahan adalah menyampaikan pesan dari bahasa sumber (source language) ke bahasa sasaran (target language). Dalam praktik profesional, penerjemahan tidak hanya menuntut kemampuan linguistik, tetapi juga pemahaman konteks budaya dan tujuan komunikasi. Di PPB UKI, penerjemahan digunakan untuk mengalihbahasakan berbagai dokumen, seperti konten situs web lembaga, profil layanan, dan formulir pendaftaran daring (Google Form) dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, penulis harus


mempertahankan keakuratan makna sekaligus menyesuaikan gaya bahasa agar sesuai dengan citra akademik lembaga. Penerjemahan juga berkaitan dengan teori English for Specific Purposes (ESP) yang dikemukakan oleh Hutchinson dan Waters (1987). Dalam teori ini, penggunaan bahasa Inggris harus relevan dengan kebutuhan bidang administrasi kebahasaan. Dengan demikian, kegiatan penerjemahan di PPB UKI merupakan wujud konkret penerapan teori di mana bahasa Inggris digunakan sesuai dengan konteks dan tujuan lembaga.


BAB III METODE PELAKSANAAN

3.1  Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang Kerja

 

Kegiatan magang kerja yang diikuti penulis dilaksanakan di Pusat Pelayanan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia. Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Indonesia adalah unit di Universitas Kristen Indonesia yang menawarkan berbagai program kursus dan pengembangan bahasa, terutama bahasa Inggris. Pelaksanaan magang berlangsung selama 3 (tiga) bulan dengan sistem Work From Office (WFO) mulai dari 20 Agustus 2025 s./d. 20 November 2025. Kegiatan magang dilaksanakan pada setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00-16.00 WIB. Selama kegiatan magang berlangsung, penulis secara langsung terlibat dalam kegiatan administratif yang mendukung proses operasional di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (UKI). Kegiatan tersebut meliputi pengelolaan dan penginputan data hasil tes kemampuan bahasa Inggris seperti TOEIC dan English Proficiency Test (EPT), penyusunan laporan hasil tes, dan sebagainya.

3.2  Prosedur Pelaksanaan

 

Pelaksanaan kegiatan magang di PPB UKI dilakukan melalui beberapa tahapan yang terencana agar kegiatan berjalan lancar dan terarah. Prosedur pelaksanaan ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir berupa penyusunan laporan. Setiap tahap memiliki fungsi yang saling berkaitan untuk memastikan kegiatan magang berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi penulis.

3.2.1  Tahap Persiapan

 

Tahap persiapan merupakan fase awal yang dilakukan sebelum penulis memulai kegiatan magang. Tujuan dari tahap ini adalah memastikan segala kebutuhan administratif dan teknis telah terpenuhi serta memberikan gambaran awal mengenai aktivitas yang akan dijalankan di tempat magang. Pada tahap ini, prosedur yang dilakukan meliputi:

1.      Penulis berkonsultasi dengan Ibu Mike Wijaya Saragih selaku Ketua Program Studi Sastra Inggris tentang rencana pelaksanaan magang di PPB UKI, yang kemudian penulis mendapatkan surat pengantar dari Kaprodi.


2.      Penulis terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Kepala UPT Pusat Pelayanan Bahasa (PPB) UKI untuk membahas rencana pelaksanaan magang, ruang lingkup kegiatan, serta tanggung jawab yang akan dijalankan selama periode magang.

3.      Setelah mendapatkan persetujuan, penulis melengkapi berkas administratif berupa curriculum vitae (CV) dan surat permohonan magang yang diserahkan kepada Kak Ros Susena, staf administrasi Pusat Pelayanan Bahasa UKI. Penulis juga menerima penjelasan umum mengenai sistem kerja lembaga, struktur organisasi, serta tata tertib selama berada di lingkungan kantor. Pada tahap ini pula dilakukan perkenalan langsung dengan staf PPB UKI, di antaranya Kak Ros Susena dan Kak Adiranto Hia, yang akan menjadi pendamping lapangan serta rekan dalam pelaksanaan tugas-tugas harian.

Melalui tahapan ini, penulis memperoleh pemahaman dasar mengenai alur kerja dan budaya profesional lembaga sebelum memasuki tahap kegiatan inti.

3.2.2  Tahap Pelaksanaan

 

Tahap ini merupakan inti dari seluruh kegiatan magang, dimana penulis mulai menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan secara langsung oleh Pusat Pelayanan Bahasa. Pada tahap ini, prosedur yang dilakukan meliputi:

1.      Kegiatan magang dilakukan secara luring (tatap muka) setiap hari kerja, Senin sampai Jumat, pukul 08.00–16.00 WIB, selama periode magang berjalan.

2.      Di awal pelaksanaan, penulis diperkenalkan kepada seluruh staf agar proses komunikasi dan koordinasi kerja dapat berjalan efektif. Penulis juga diikutsertakan dalam grup komunikasi internal (WhatsApp) untuk mempermudah penyampaian informasi, pembagian tugas, serta pelaporan kegiatan secara harian.

3.      Kegiatan yang dilakukan selama magang berfokus pada Kegiatan Administrasi dan Data Entry. Penulis bertugas membantu proses penginputan data dan pengelolaan dokumen, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan tes TOEIC dan English Proficiency Test (EPT). Kegiatan ini meliputi pendataan peserta, rekapitulasi nilai, penyusunan laporan hasil tes, serta penataan dokumen digital. Dalam pelaksanaannya, penulis banyak menggunakan bahasa Inggris, baik dalam membaca instruksi maupun memahami format data.


4.      Selain tugas administratif, penulis juga terlibat dalam kegiatan penerjemahan dokumen, termasuk konten untuk situs web resmi PPB UKI serta beberapa formulir berbasis Google (Google Form).

3.2.3  Tahap Akhir dan Pelaporan

Tahap ini merupakan bagian akhir dari seluruh kegiatan magang, di mana penulis melakukan dokumentasi dan evaluasi terhadap seluruh aktivitas yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini, prosedur yang dilakukan meliputi:

1.      Selama menjalani magang, penulis secara rutin mengisi surat kehadiran yang berisi catatan waktu kerja serta deskripsi singkat mengenai kegiatan yang dilakukan setiap hari.

2.      Pada saat penulis menjalankan program magang, Kaprodi Sastra Inggris mengumumkan adanya laporan akhir yang harus ditulis pada saat kegiatan magang selesai. Maka dari itu, Penulis harus berkonsultasi dengan Dosen pembimbing Laporan Magang yang sudah ditetapkan oleh Kaprodi.

3.      Setelah kegiatan magang selesai, penulis menyusun laporan akhir yang berisi ringkasan kegiatan, serta analisis terhadap proses dan hasil kerja yang telah dilakukan. Laporan ini merupakan bagian dari tugas akhir yang diharuskan oleh Program Studi Sastra Inggris UKI sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Internship.

4.      Dalam proses penyusunan laporan, penulis mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing magang guna memastikan isi laporan sesuai dengan kaidah akademik dan mencerminkan antara teori dengan praktik.

Tahap akhir ini juga menjadi refleksi bagi penulis untuk mengevaluasi kemampuan diri, mengidentifikasi hasil kerja, serta menarik kesimpulan pembelajaran yang dapat digunakan dalam konteks profesional di masa depan.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1  Profil Lokasi Magang

4.1.1  Sejarah Singkat Lokasi Magang

Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia adalah unit yang bergerak dalam bidang pengembangan dan penggunaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia. Saat berdirinya, Pusat Pelayanan Bahasa berada di bawah naungan Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia, sehingga ruang lingkup aktivititas pelayanan bahasa hanya terjadi di dalam lingkup Fakultas. Kemudian pada tahun 2018, Pusat Pelayanan Bahasa dipindahkan secara resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah naungan rektor. UPT Pusat Pelayanan Bahasa terletak di Gedung AB lt.2 Universitas Kristen Indonesia. UPT Pusat Pelayanan Bahasa UKI memberikan pelayanan berupa tes resmi berstandar internasional, penerjemahan bahasa asing, dan program- program yang memotivasi, mengupayakan, dan mengembangkan penggunaan bahasa Inggris. Dalam pelaksanaanya, UPT Pusat Pelayanan Bahasa UKI bertanggung jawab pada Rektor Bidang Akademik.

 

4.1.2  Struktur Organisasi dan Tata Kelola


4.1.2 Gambar Diagram Struktur Organisasi PPB UKI


Struktur organisasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia dirancang untuk mendukung pelaksanaan berbagai program layanan kebahasaan yang meliputi pengujian kemampuan bahasa, penerjemahan dokumen, serta pengembangan keterampilan bahasa asing. Setiap bagian dalam struktur organisasi memiliki tanggung jawab dan fungsi yang saling terintegrasi untuk menjamin kelancaran kegiatan akademik maupun administratif di lingkungan lembaga. Secara umum, struktur organisasi UPT Pusat Pelayanan Bahasa terdiri atas Kepala UPT Pusat Pelayanan Bahasa, Sekretariat, Kepala Layanan Sertifikasi Kemampuan Bahasa Inggris, dan Kepala Layanan Penerjemahan Bahasa Asing. Struktur organisasi ini mencerminkan tata kelola yang terencana dan terkoordinasi antara aspek administrasi, layanan kebahasaan, dan pengembangan kompetensi. Dengan pembagian peran yang jelas dan sistematis, setiap bagian dalam UPT Pusat Pelayanan Bahasa berkontribusi terhadap pencapaian tujuan lembaga, yaitu menyediakan layanan bahasa yang berkualitas dan mendukung visi misi Universitas Kristen Indonesia.

 

 

4.2  Deskripsi Kegiatan Magang

Selama menjalani kegiatan magang di PPB UKI, penulis ditempatkan di kantor lantai 1 Gedung AB. Universitas Kristen Indonesia. Selama masa magang, penulis berperan aktif dalam berbagai kegiatan administratif dan kebahasaan yang berkaitan langsung dengan operasional lembaga, khususnya dalam bidang data entry dan penerjemahan.

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan penulis adalah bertanggung jawab untuk merekap hasil nilai (score) TOEIC dari setiap peserta yang telah mengikuti tes. Kegiatan ini dilakukan dengan menginput skor ke dalam lembar kerja digital yang disediakan oleh PPB UKI. Setelah rekapitulasi selesai, data tersebut akan diperiksa kembali oleh staf PPB UKI selaku mentor penulis untuk memastikan keakuratan hasil input. Dalam kegiatan ini, penulis melakukan data entry hasil ujian TOEIC ke lembar kerja digital seperti Score Roster TOEIC Final per Prodi, Score Roster TOEIC Mapping, dan sebagainya yang kemudian akan dilakukan pengecekan kembali oleh mentor. Setiap data entry diperiksa untuk memastikan kesesuaian antara Listening Score dan Reading Score dengan dokumen hasil tes, yang nantinya akan diketahui Can Do Level para peserta yang mengikuti TOEIC. Kegiatan ini menggambarkan penerapan prinsip literasi data, yaitu pengelolaan dan validasi data secara sistematis dan bertanggung jawab. Proses ini melatih ketelitian, konsistensi, dan pemahaman penulis terhadap terminologi berbahasa Inggris yang digunakan dalam laporan hasil tes.


Penulis juga mendapatkan tanggung jawab dalam proses proofreading dokumen soal English Proficiency Test (EPT) yang digunakan oleh PPB UKI. Kegiatan proofreading ini dilakukan pada tahap pemindahan soal dari format Microsoft Word ke lembar kerja Excel, dengan tujuan agar setiap butir soal tersusun rapi, konsisten, dan bebas dari kesalahan pengetikan atau format. Penulis menyalin setiap nomor soal, teks pertanyaan, dan pilihan jawaban ke dalam format tabel di Excel. Setiap sel mewakili satu bagian dari soal agar mudah diolah dan disesuaikan dengan sistem digital lembaga. Pada tahap ini, penulis memastikan bahwa tidak ada teks yang terpotong dan setiap nomor urut soal tetap sesuai. Setelah pemindahan selesai, penulis membaca ulang seluruh soal untuk menemukan kesalahan ejaan dan tanda baca.

Di samping mengerjakan administratif, penulis melakukan penerjemahan dokumen. Beberapa tugas penerjemahan yang dilakukan meliputi alih bahasa dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris untuk konten situs web resmi PPB UKI dan beberapa Google Form (G-Form) seperti ILQI TOEIC Preparation Course. Kegiatan penerjemahan form survei ini memiliki hubungan langsung dengan efektivitas data entry, karena data yang dihasilkan dari survei bergantung pada bahasa yang digunakan dalam butir-buti pertanyaan dan pilihan jawaban. Ketika form tersebut diterjemahkan dengan akurat dan komunikatif, peserta dapat mengisi survei tanpa kebingungan sehingga hasil dari survei tersebut valid dan mudah diproses. Sebaliknya, jika informasi hasil terjemahan tidak jelas, jawaban para responden bisa menjadi tidak konsisten, yang akhirnya menyulitkan staff dalam tahap penginputan, rekapitulasi, dan analisis hasil survei. Dalam praktiknya, hasil survei dikumpulkan secara otomatis melalui Google Form, dalam bentuk spreadsheet. Format bahasa Inggris pada setiap item pertanyaan dan kolom jawaban membantu memastikan bahwa data yang masuk dapat langsung diolah tanpa perlu penyesuaian ulang. Dalam pelaksanaannya, penulis menerapkan teori penerjemahan yang telah dipelajari di perkuliahan, termasuk pemilihan diksi yang tepat dan penyesuaian konteks agar hasil terjemahan terdengar alami dan profesional.

Secara keseluruhan, kegiatan magang ini memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengembangkan keterampilan bahasa Inggris dalam konteks profesional, melatih kemampuan teknis dalam pengelolaan data, serta memperluas wawasan penulis mengenai tata kerja administratif di lembaga kebahasaan perguruan tinggi.

 

4.3  Pembahasan Hasil Kegiatan Magang

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan magang di PPB UKI, penulis menemukan hal yang menarik dan perlu dianalisis lebih lanjut. Pembahasan ini dilakukan dengan merujuk pada teori


Information and data literacy (Bawden & Robinson 2020). Teori ini menjelaskan bahwa kemampuan literasi informasi dan data mencakup proses memahami, menafsirkan, mengelola, dan menyajikan informasi secara akurat dalam konteks profesional. Dengan demikian, seluruh kegiatan magang yang dilakukan penulis mulai dari data entry, proofreading, dan penerjemahan dipandang sebagai bagian dari upaya mengelola dan mengkomunikasikan data kebahasaan dengan cara yang efektif, professional, serta informasinya dapat diterima.

4.3.1  Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris dalam Kegiatan Data Entry Hasil Tes TOEIC

Selama menjalani program magang, penulis menyadari bahwa sebagian besar perintah kerja, format rumus, serta tata cara penyusunan laporan hasil tes TOEIC ditulis dalam bahasa Inggris. Fakta ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bahasa kerja resmi di PPB UKI. Namun, penulis juga menghadapi beberapa tantangan, terutama pada tahap awal, dalam memahami istilah teknis dan format laporan yang beragam. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, kemampuan penulis dalam membaca konteks dan memahami makna istilah teknis meningkat secara signifikan.


Gambar 4.3.1 Rekapitulasi Score TOEIC Final


Setiap lembar kerja digital berisi berbagai informasi penting seperti skor Listening Comprehension, skor Reading Comprehension, serta Total Score, Level dan Test Date. Semua elemen data tersebut disusun dalam format berbahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menuntut ketelitian tinggi dan kemampuan memahami terminologi teknis dalam bahasa Inggris agar tidak terjadi kesalahan interpretasi data. Misalnya, penulis harus memastikan bahwa nilai bagian Listening dan Reading dimasukkan pada kolom yang benar dan tidak tertukar, serta memahami bahwa Total Score merupakan jumlah dari dua komponen utama.

Selain itu, dalam beberapa template pelaporan hasil TOEIC juga tercantum kolom “Can-Do Level” dan “Percentage Level Score”. Kolom Can-Do Level berfungsi untuk menggambarkan kemampuan praktis peserta berdasarkan hasil skor TOEIC, misalnya kemampuan memahami percakapan sehari-hari, berkomunikasi di lingkungan kerja, atau memahami teks profesional dalam bahasa Inggris. Sementara kolom Percentage Level Score menunjukkan persentase tingkat pencapaian peserta terhadap total skor maksimal TOEIC, yang menjadi indikator kuantitatif dari tingkat penguasaan bahasa Inggris mereka.

 

 


Gambar 4.3.1 Rekapitulasi Score TOEIC Final


4.3.2  Penerapan Keterampilan Bahasa Inggris dalam Kegiatan Penyuntingan

Salah satu tantangan utama yang dihadapi penulis selama magang adalah menjaga ketelitian dalam penginputan data. Proses data entry menuntut ketepatan tinggi, karena kesalahan sekecil apapun dapat berdampak pada hasil laporan akhir. Dari pengalaman ini, penulis menyadari bahwa keterampilan bahasa Inggris yang baik harus diimbangi dengan kemampuan berpikir sistematis dan teliti. Selain kegiatan penginputan hasil skor TOEIC, penulis juga berperan dalam kegiatan proofreading soal modul English Proficiency Test (EPT) dari format Microsoft Word ke Microsoft Excel. Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah proses pengarsipan PPB UKI. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena menyangkut teks soal berbahasa Inggris yang akan digunakan. Setiap butir soal, instruksi, dan pilihan jawaban harus dipindahkan dengan format yang benar, tanpa mengubah makna atau struktur kalimat aslinya.

Pada tahap awal, penulis menerima dokumen soal EPT dalam format Word file yang berisi puluhan nomor soal dan teks bacaan. Penulis kemudian memindahkan setiap bagian ke dalam Excel sheet sesuai dengan kolom yang telah ditentukan, seperti kolom Question Number, Question Text, Option A, Option B, Option C, dan Option D. Setelah proses pemindahan selesai, penulis melakukan kegiatan proofreading, yaitu membaca kembali setiap teks untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan, penghilangan kata, atau perubahan tanda baca yang dapat memengaruhi makna soal.

Mahasiswa harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk melakukan berbagai pekerjaan di PPB UKI. Banyak siswa yang memiliki kemampuan linguistik bahasa Inggris merasa kesulitan melafalkan kosakata bahasa Inggris dengan fasih (Tambunsaribu, 2023). Salah satu penyebab kesulitan tersebut adalah karena pelafalan bahasa Inggris sangat berbeda dari bahasa Indonesia (Tambunsaribu, 2022; Tambunsaribu, 2019). Selain itu, pelajaran tentang struktur bahasa Inggris, atau grammar, juga menjadi masalah bagi siswa (Galingging & Tambunsaribu, 2021; Tambunsaribu, 2025).

Dalam kegiatan ini, penulis merasa bahwa pengalaman akademik dalam kelas Writing dan Reading sangat relevan. Dalam kelas writing, penulis telah dilatih untuk memperhatikan struktur kalimat, tata bahasa (grammar), tanda baca, serta konsistensi penggunaan ejaan dalam bahasa Inggris. Keterampilan ini terbukti sangat membantu ketika melakukan proofreading soal EPT yang dipindahkan dari format Word ke Excel. Penulis mampu mengenali kesalahan penulisan, seperti penggunaan kata yang tidak sesuai konteks atau tanda baca yang hilang, serta memastikan setiap kalimat mempertahankan makna aslinya. Dengan demikian, kemampuan menulis yang baik bukan hanya digunakan untuk menghasilkan teks baru, tetapi juga untuk mengevaluasi dan memperbaiki teks yang sudah ada agar tetap akurat dan profesional. Sementara itu, kelas reading memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan kemampuan pemahaman teks secara menyeluruh. Melalui latihan membaca teks akademik dan soal-soal bacaan berbahasa Inggris, penulis terbiasa mengidentifikasi ide utama, struktur wacana, serta makna implisit dalam kalimat. Keterampilan ini menjadi penting ketika memindahkan soal bacaan TOEIC dan EPT, karena penulis perlu memahami konteks setiap pertanyaan untuk memastikan tidak ada kesalahan yang mengubah maksud dari teks asli.


Kegiatan proofreading ini menuntut kejelian dalam memahami struktur bahasa Inggris dan sensitivitas terhadap detail kebahasaan. Dalam soal modul ini, penulis menemukan kesalahan kecil seperti pilihan “A. She couldnt get admitted to medical school” yang kemudian diperbaiki menjadi “A. She couldn't get admitted to medical school”. Selain memperbaiki kesalahan gramatikal, penulis juga memastikan bahwa kalimat pertanyaan dan pilihan jawaban sejajar dalam makna dan tata letak. Kesalahan sekecil apa pun dalam proses pemindahan data dapat menimbulkan masalah teknis.

 


Gambar 4.3.2 Modul soal EPT yang dipindahkan dan dilakukan proofreading

 

Untuk mengatasi permasalahan ini, penulis menerapkan strategi double-checking, dimana penulis memeriksa ulang sesuatu dua kali atau lebih untuk memastikan kebenaran, akurasi, dan mencegah kesalahan. Setiap soal yang telah diinput dan membandingkannya dengan sumber pertama. Dalam konteks teori Information and Data Literacy dari Bawden dan Robinson (2020), kegiatan proofreading ini dapat dipahami sebagai bagian dari information validation process, yakni tahap evaluatif untuk menjamin keakuratan, konsistensi, dan kredibilitas informasi sebelum data tersebut digunakan secara lebih luas. Proses pemindahan soal dari Word ke Excel bukan hanya kegiatan teknis, tetapi juga bentuk transformasi data yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap isi informasi. Sebagaimana dijelaskan oleh


Bawden dan Robinson, seseorang yang memiliki literasi informasi tinggi mampu menilai kualitas informasi dengan mempertimbangkan akurasi, konteks, dan tujuan penggunaannya. Dalam hal ini, proofreading menjadi tahap krusial untuk memastikan bahwa teks soal yang dipindahkan tidak mengalami kesalahan.

4.3.3  Penerjemahan Dokumen Form Survei Kepuasan ILQI TOEIC Preparation Course

Selain kegiatan proofreading, penulis juga mendapat tugas menerjemahkan dokumen Form Survei Kepuasan ILQI TOEIC Preparation Course dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Formulir ini digunakan oleh PPB UKI untuk mengukur tingkat kepuasan peserta terhadap program kursus persiapan TOEIC, mencakup aspek efektivitas pengajaran, kualitas materi, dan kepuasan umum terhadap pelaksanaan kursus. Kegiatan penerjemahan ini sangat penting karena hasil terjemahan berpengaruh langsung terhadap kejelasan data survei yang dikumpulkan dan keakuratan hasil survey kepuasan peserta.



Gambar 4.3.3 Form Kepuasan TOEIC Preparation Course

 

 

Kegiatan penerjemahan Form Survei Kepuasan ILQI TOEIC Preparation Course memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan mata kuliah Translation yang telah diikuti oleh penulis selama perkuliahan. Molina dan Albir (dalam Tambunsaribu, 2022) menyatakan bahwa penerjemah menggunakan berbagai pendekatan untuk membuat karya penerjemahan yang akurat dan terdengar alami. Penulis mempelajari prinsip-prinsip dasar penerjemahan dalam kursus ini. Ini termasuk keakuratan, keterbacaan, dan kesesuaian konteks. Penerjemahan dokumen survei dari Bahasa Indonesia ke Inggris menggunakan semua prinsip ini secara langsung. Melalui pengalaman di kelas Translation, penulis memahami bahwa menerjemahkan bukan hanya sekadar mengganti kata dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga menyesuaikan gaya bahasa, tujuan teks, dan audiens yang dituju. Hal ini menjadi penting dalam konteks penerjemahan form survei, karena setiap kalimat harus terdengar alami, sopan, dan tidak menimbulkan ambiguitas.

Formulir survei tersebut disusun menggunakan Google Form, yang hasilnya secara otomatis dikumpulkan dan diekspor dalam bentuk spreadsheet. Dengan demikian, kualitas bahasa dalam form sangat menentukan akurasi data yang masuk pada tahap data entry. Jika kalimat dalam survei kurang jelas atau ambigu, maka respon peserta dapat salah tafsir dan menghasilkan data yang tidak valid. Karena itu, penerjemahan dilakukan dengan hati-hati agar


setiap pertanyaan dan instruksi terdengar alami dalam bahasa Inggris, tetap sopan, dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang bahasa.

 

4.3.4  Pengembangan Kompetensi dan Softskills

Selama magang, penulis tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan softskills, seperti kerja sama dalam tim, manajemen waktu, dan komunikasi professional di PPB UKI. Hal ini memiliki keterkaitan yang erat dengan mata kuliah Effective Communication yang telah dipelajari penulis selama perkuliahan. Dalam mata kuliah tersebut, penulis mempelajari bagaimana cara berkomunikasi secara jelas, sopan, dan efisien dalam konteks profesional, baik secara lisan maupun tulisan. Prinsip-prinsip komunikasi efektif ini sangat membantu penulis dalam berinteraksi selama magang, terutama ketika bekerja dalam tim dan berkoordinasi dengan staff di PPB UKI. Hal ini juga selaras dengan teori Information and Data Literacy yang dikemukakan oleh Bawden dan Robinson (2020), bahwa literasi informasi mencakup kemampuan untuk memahami, menilai, dan menggunakan data secara efektif dalam konteks profesional. Teori ini menegaskan bahwa seseorang yang memiliki literasi informasi yang baik tidak hanya mampu mengakses dan memproses data, tetapi juga dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis, bekerja sama dalam pengelolaan informasi, dan menjaga integritas serta keakuratan data yang diolah. Dalam konteks magang di PPB UKI, penerapan teori ini tampak melalui kemampuan penulis dalam mengorganisasi informasi, bekerja secara kolaboratif, dan mengomunikasikan hasil kerja dengan bahasa yang efektif dan profesional.

Dengan demikian, pengalaman magang ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi, khususnya yang berbasis pada teori Information and Data Literacy yang memiliki manfaat langsung dalam dunia kerja, terutama di bidang administrasi kebahasaan. Dengan adanya kegiatan magang di Pusat Pelayanan Bahasa UKI menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas kerja administrasi, meningkatkan akurasi pengelolaan data, dan memperkuat profesionalisme mahasiswa. Melalui penerapan teori penulis dapat melihat keterkaitan nyata antara teori akademik dan praktik kerja yang sesungguhnya.


BAB V PENUTUP

 

5.1  Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan magang di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (PPB UKI), penulis menyimpulkan bahwa keterampilan bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan data dan pelaksanaan administrasi kebahasaan di lembaga pendidikan. Melalui kegiatan utama seperti penginputan hasil skor TOEIC dan EPT, proofreading soal modul EPT, serta penerjemahan Form Survei Kepuasan ILQI TOEIC Preparation Course, penulis memperoleh pengalaman langsung dalam mengintegrasikan kemampuan linguistik dengan literasi informasi dan data di lingkungan kerja profesional.

Kegiatan data entry menjadi pengalaman paling signifikan karena menuntut ketelitian, pemahaman konteks bahasa Inggris, serta tanggung jawab terhadap keakuratan data yang diolah. Proses ini memperlihatkan bahwa pekerjaan administratif tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga konseptual, di mana pemahaman terhadap istilah, struktur, dan konteks informasi sangat menentukan keandalan hasil laporan. Sementara itu, kegiatan proofreading dan penerjemahan menegaskan pentingnya bahasa Inggris sebagai alat untuk memastikan kejelasan, konsistensi, dan kredibilitas informasi sebelum data digunakan untuk kepentingan akademik maupun administratif.

Seluruh kegiatan yang dilakukan selama magang mencerminkan penerapan nyata teori Information and Data Literacy dari Bawden dan Robinson (2020). Teori ini menekankan pentingnya kemampuan memahami, menilai, dan mengelola informasi serta data secara akurat, kontekstual, dan etis dalam dunia profesional. Melalui pengalaman magang, penulis mengembangkan kemampuan untuk tidak hanya mengolah data, tetapi juga menafsirkan makna informasi dan menyajikannya dalam format yang relevan dengan kebutuhan lembaga. Dengan kata lain, kemampuan bahasa Inggris berfungsi sebagai alat literasi informasi yang memperkuat efektivitas kerja administratif dan komunikasi profesional di PPB UKI.

Selain keterampilan teknis, magang ini juga memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi non-teknis seperti manajemen waktu, kerja sama tim, disiplin, dan komunikasi interpersonal. Pengalaman bekerja di lingkungan akademik yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab membantu penulis memahami nilai profesionalisme dan pentingnya menjaga integritas data dalam setiap tahap pekerjaan.


Secara keseluruhan, pelaksanaan magang di PPB UKI telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam konteks nyata dunia kerja. Melalui kombinasi antara keterampilan bahasa, literasi data, dan profesionalisme, penulis dapat berkontribusi pada efektivitas pengelolaan informasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin digital, terintegrasi, dan berbasis pada keakuratan informasi.

5.2  Saran

 

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan magang di Pusat Pelayanan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (PPB UKI), penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lembaga, program studi, dan mahasiswa peserta magang selanjutnya.

Bagi Pusat Pelayanan Bahasa UKI

 

Pusat Pelayanan Bahasa UKI disarankan untuk terus meningkatkan sistem pengelolaan data digital, khususnya dalam kegiatan data entry hasil tes TOEIC dan English Proficiency Test (EPT). Penyediaan standar operasional prosedur (SOP) tertulis serta template data yang seragam akan sangat membantu dalam meminimalkan kesalahan penginputan data dan meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, pelaksanaan pelatihan singkat terkait penggunaan perangkat lunak pengolahan data dan teknik proofreading dokumen berbahasa Inggris dapat meningkatkan kualitas hasil kerja mahasiswa magang.

 

Bagi Mahasiswa Peserta Magang Selanjutnya

 

Mahasiswa yang akan mengikuti program magang disarankan untuk mempersiapkan diri tidak hanya dari segi kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga keterampilan teknis seperti pengolahan data menggunakan Microsoft Excel atau Google Spreadsheet. Mahasiswa juga diharapkan bersikap proaktif, teliti, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan, serta tidak ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan pembimbing lapangan guna menghindari kesalahan dalam pengelolaan data dan dokumen.


REFERENSI

 

 

Bawden, D., & Robinson, L. (2020). Information overload: An overview. Oxford University Press.

Harmer, J. (2007). The practice of English language teaching (4th ed.). Pearson Longman.

Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for specific purposes: A learning-centred approach. Cambridge University Press.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2017). Management information systems: Managing the digital firm (15th ed.). Pearson Education.

Hutchinson, T., & WATERS, A. (1981). Performance and competence in English for specific purposes. Applied Linguistics, 2(1), 56-69.

Nord, C. (2018). Text analysis in translation: Theory, methodology, and didactic application of a model for translation-oriented text analysis (2nd ed.). Rodopi.

Tambunsaribu, G. (2019). Analisis Pelafalan Mahasiswa Dalam Melafalkan Irregular Verbs Bahasa Inggris. Journal of Language a nd Literature, 7(2), 99-112.

Tambunsaribu, G., & Galingging, Y. (2021). Masalah yang dihadapi pelajar bahasa Inggris dalam memahami pelajaran bahasa Inggris. Jurnal Dialetika, 8(1), 30-41.

Tambunsaribu, G. (2022). Ketidakkonsistenan Beberapa Huruf Konsonan Dalam Bahasa Inggris. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 9(2), 156-171.

Tambunsaribu, G. (2022). Teknik Penerjemahan Kalimat Bahasa Inggris Berbasis 16 Tenses. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Tambunsaribu, G. (2023). A Brief View of Barriers Faced by College Students in Speaking Subject: English Vowel Pronunciation.

Tambunsaribu, G. (2023). Permasalahan Dan Solusi Yang Dilakukan Mahasiswa Peserta Program Kampus Mengajar. Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1124-1136.

Tambunsaribu, G. (2023). Proses penerjemahan buku psikologi dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. In Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMNALISA III) 2023: Dinamika dan Tantangan Kajian Linguistik dan Sastra (Vol. 1, pp. 45-53). Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Tambunsaribu, G. (2025). English Grammar Keindahan Struktur Kalimat Bahasa Inggris. Jakarta: UKI Press.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Humanism...

"HEARTBREAKING, MAKES ME CRY "

Tugas Penelitian (Etnografi)