PENERAPAN TEORI PENERJEMAHAN AUDIOVISUAL DALAM PEMBUATAN OPEN CAPTIONS UNTUK VIDEO KEGIATAN PRODI SASTRA INGGRIS UKI
Disusun oleh:
Caecillia Tiara
2221150001
PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS
FAKULTAS SASTRA DAN BAHASA
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
2026
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
Naskah
laporan magang oleh mahasiswa:
Nama : Caecillia Tiara
NIM : 2221150001
Judul :
Penerapan Teori Penerjemahan Audiovisual dalam Pembuatan Open
Captions untuk Video Kegiatan Prodi Sastra Inggris UKI
Telah
diperiksa dan dikoreksi dengan baik dan cermat. Oleh karena itu, pembimbing menyetujui
mahasiswa tersebut untuk diuji.
Jakarta,
Januari 2026
Pembimbing
Materi
Lisbeth
Juliana Sirait, S.S., M.Li.
NIP.
101778
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga
penulis dapat melaksanakan kegiatan magang di Program Studi Sastra Inggris,
Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia dengan lancar, serta menyelesaikan
laporan magang ini dengan baik dan tepat waktu. Laporan magang ini disusun
sebagai salah satu tugas akhir dan syarat kelulusan mata kuliah Internship.
Dalam proses penyusunan laporan magang ini, penulis menyadari bahwa
keberhasilan pelaksanaan magang dan penyelesaian laporan tidak terlepas dari
bantuan, bimbingan, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Susanne
A. H. Sitohang, S.S., M.A., selaku Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa.
2. Jannes
Freddy Pardede, S.S., M.Hum., selaku Wakil Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa.
3. Mike
Wijaya Saragih, S.S., M.Hum., selaku Kepala Program Studi Sastra Inggris, Fakultas
Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia, dan juga sekaligus sebagai Supervisor
pada saat penulis melakukan kegiatan magang di Program Studi Sastra Inggris
UKI.
4. Lisbeth
Juliana Sirait, S.S., M.Li., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing
penulis dalam menulis laporan magang.
5. Orang
tua, Fransiscus William, Chatline, dan Vanessa yang selalu memberikan semangat
dan dukungan selama pengerjaan laporan magang ini.
![]() |
Jakarta,
12 Januari 2025
Caecillia
Tiara
DAFTAR ISI
2.1 Penerjemahan Audiovisual dan Subtitling
2.2 Strategi Penerjemahan dalam Subtitling dan Open
Captions
2.3 Penyuntingan Video dalam Produksi Audiovisual
2.4 Aplikasi CapCut dalam Konteks Penerjemahan Audiovisual
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Magang Kerja
3.2 Prosedur Pelaksanaan Magang
4.1.1 Sejarah
Singkat Lokasi Magang
4.1.2 Struktur
Organisasi dan Tata Kelola
4.3 Pembahasan Hasil Kegiatan Magang
4.3.1 Penyusunan
Narasi Awal sebagai Dasar Open Captions
4.3.2 Proses
Pemadatan Teks dalam Pembuatan Open Captions
4.3.3 Penerapan
Narasi Final menjadi Open Captions
5. Dokumentasi Kegiatan Magang
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Media digital saat ini memiliki
peran penting dalam kegiatan promosi dan penyebaran informasi di berbagai
institusi, termasuk lembaga perguruan tinggi. Melalui konten visual seperti
video, pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih efektif karena
menggabungkan unsur audio, visual, dan teks. Salah satu elemen penting dalam
video promosi adalah teks yang ditampilkan di layar, baik dalam bentuk subtitles
ataupun captions, yang berfungsi untuk memperjelas informasi dan
membantu memahami isi video.
Penerjemahan audiovisual (Audiovisual
Translation atau AVT) merupakan cabang dari studi penerjemahan yang
berfokus pada penyampaian pesan lintas bahasa melalui media yang menggabungkan
unsur gambar dan suara, seperti film, acara televisi, video, dan konten digital
Dalam konteks penerjemahan audiovisual,
captioning dan subtitling merupakan dua praktik yang berkaitan
erat dengan penyampaian pesan lintas bahasa maupun penyesuaian teks terhadap
konteks visual. Keduanya bertujuan untuk membantu penonton memahami isi audiovisual
melalui representasi teks yang disesuaikan dengan dialog, narasi, maupun elemen
suara lainnya yang ada di dalam video
Pembuatan open captions pada
video promosi di lingkungan akademik memiliki tantangan tersendiri di dalam
penerapannya. Setiap teks yang ditampilkan perlu disesuaikan tidak hanya dengan
makna bahasa sumber, tetapi juga dengan konteks visual, durasi tayangan, dan
keterbacaan teks oleh penonton. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Diaz
Cintas dan Remael
Selama pelaksanaan kegiatan magang
di prodi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen
Indonesia, kegiatan produksi video promosi prodi Sastra Inggris menjadi salah
satu pekerjaan yang dilakukan. Dalam prosesnya, ditemukan bahwa penyusunan open
captions masih memerlukan perhatian khusus, terutama dalam hal penerapan
teori subtitling agar hasil penyajian teks tetap sesuai dengan konteks audiovisual.
Proses penyajian teks agar mudah dipahami penonton tanpa mengubah makna asli
menjadi bagian penting dari pekerjaan ini.
Melalui pengalaman tersebut, laporan
magang ini disusun dengan fokus pada penerapan teori subtitling dalam
pembuatan open captions untuk video promosi prodi Sastra Inggris UKI
menggunakan aplikasi CapCut. Adapun pemilihan aplikasi CapCut didasarkan
pada pengalaman pribadi penulis selama magang dan juga pendapat dari berbagai
pengguna serta peninjau aplikasi. Menurut tinjauan di Minivoo, CapCut
merupakan aplikasi pengeditan video yang menyediakan fitur lengkap mulai
dari pengaturan teks, transisi, efek visual, hingga sinkronisasi audio secara
intuitif, sehingga memudahkan pengguna yang belum memiliki pengalaman yang
mendalam untuk membuat konten video dengan kualitas yang cukup baik
Lebih Lanjut, dibandingkan dengan
aplikasi sejenis seperti Adobe Premiere Pro atau DaVinci Resolve,
CapCut dinilai lebih efisien untuk proyek berskala kecil hingga menengah
karena ringan, gratis, dan dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik
komputer maupun ponsel. Dengan demikian, kombinasi tampilan yang user-friendly,
ragam fitur teks dan media, kemampuan sinkronisasi antara caption dan
audio, serta mudahnya akses penggunaan CapCut dalam berbagai perangkat
menjadikan CapCut pilihan yang praktis dan efisien dalam mendukung
produksi video promosi prodi yang tetap berkualitas.
Selanjutnya, laporan ini diharapkan
dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana teori penerjemahan audiovisual,
khususnya yang dikemukakan oleh Diaz-Cintas dan Remael
1.2
Tujuan Magang Kerja
Kegiatan magang kerja memberikan
kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh
selama perkuliahan ke dalam kegiatan profesional di lingkungan kerja yang
relevan. Melalui kegiatan magang di prodi Sastra Inggris, mahasiswa tidak hanya
berkontribusi dalam kegiatan administratif dan pengelolaan data, tetapi juga
terlibat dalam produksi konten promosi yang mendukung citra akademik program
studi. Tujuan utama pelaksanaan magang ini antara lain sebagai berikut.
● Mengimplementasikan teori audiovisual
translation dan subtitling yang telah dipelajari selama perkuliahan
dalam proses pembuatan open captions untuk prodi Sastra Inggris.
● Mengembangkan kemampuan praktis
dalam proses penyuntingan teks dan pengaturan waktu tayang teks sesuai dengan
konteks audiovisual menggunakan aplikasi CapCut.
● Mengidentifikasi kesesuaian antara
teori subtitling yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik pembuatan
open captions di lapangan.
● Menemukan tantangan serta solusi
yang muncul selama proses penerapan teori penerjemahan dalam kegiatan pembuatan
video promosi.
● Memberikan kontribusi nyata terhadap
peningkatan kualitas media publikasi prodi Sastra Inggris melalui pengelolaan captioning
yang efektif dan informatif.
1.3
Sistematika Laporan
Laporan magang ini disusun secara
sistematis agar dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan
kegiatan magang serta penerapan teori yang relevan dalam konteks pekerjaan.
Adapun sistematika laporan ini terdiri atas beberapa bab berikut.
Bab I -
Pendahuluan:
berisi uraian mengenai latar belakang kegiatan magang, tujuan magang kerja, dan
sistematika penulisan laporan. Bagian ini memberikan penjelasan awal mengenai
alasan pemilihan topik yang berkaitan dengan penerapan teori subtitling
dalam pembuatan open captions untuk video promosi prodi.
Bab II -
Tinjauan Pustaka:
berisi pembahasan dasar-dasar teori yang digunakan sebagai landasan analisis
laporan magang. Uraian meliputi penjelasan mengenai penerjemahan audiovisual,
konsep subtitling menurut Diaz-Cintas dan Remael (2014), serta teori
pendukung lain yang relevan dengan praktik pembuatan open captions pada
media video.
Bab III -
Metode Pelaksanaan:
menjelaskan waktu dan tempat pelaksanaan magang, prosedur kegiatan selama
magang berlangsung, serta deskripsi teknis mengenai tahapan pekerjaan yang
dilakukan.
Bab IV -
Hasil dan Pembahasan: menguraikan secara rinci hasil kegiatan magang yang telah
dilaksanakan di prodi Sastra Inggris UKI. Bab ini juga membahas analisis
penerapan teori subtitling dalam pembuatan open captions menggunakan
aplikasi CapCut, termasuk kendala yang ditemui dan upaya penyelesaiannya
di lapangan.
Bab V -
Penutup:
berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil pelaksanaan magang dan pembahasan.
Bab ini juga berisi daftar referensi yang digunakan dalam laporan magang ini
dan juga lampiran berisi dokumen pendukung kegiatan magang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Penerjemahan Audiovisual
dan Subtitling
Secara umum, penerjemahan merupakan
kegiatan pengalihan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain dengan tujuan agar
makna yang disampaikan dalam bahasa sumber dapat dipahami oleh pembaca atau
penonton bahasa sasaran. Menurut Newmark dalam
Seiring dengan perkembangan media
dan teknologi, praktik penerjemahan tidak lagi terbatas pada teks tertulis,
tetapi juga merambah ke media audiovisual. Menurut Diaz-Cintas dan Orero
Lebih lanjut, Gambier dan Gottlieb
Dalam ranah penerjemahan audiovisual,
subtitling merupakan salah satu jenis penyajian penerjemahan yang paling
umum digunakan. Hal ini disebabkan oleh sifat subtitling yang
mempertahankan suara asli dari video, sehingga tidak mengubah unsur audio dan
dapat diproduksi dengan biaya serta waktu yang relatif lebih efisien
dibandingkan dubbing (sulih suara) atau voice-over (alih
suara)
Gottlieb
Jenis penerjemahan yang terakhir
adalah bilingual subtitling, yang mana jenis ini menampilkan dua bahasa
sekaligus dalam satu layar, biasanya dengan susunan baris atas bawah
2.2
Strategi Penerjemahan dalam Subtitling
dan Open Captions
Salah satu tantangan utama dalam subtitling
adalah keterbatasan ruang dan waktu tampilan teks. Diaz-Cintas dan Remael
Sejalan dengan hal tersebut,
Diaz-Cintas dan Remael
Prinsip pemadatan teks ini juga
diterapkan dalam pembuatan open captions. Open captions merupakan
teks yang ditampilkan secara permanen di layar dan tidak dapat diaktifkan atau
dinonaktifkan oleh penonton
Selain itu, Neves
2.3
Penyuntingan Video dalam Produksi Audiovisual
Penyuntingan
video merupakan salah satu tahapan penting dalam proses produksi audiovisual
yang berperan dalam menyusun, menata, dan menyelaraskan elemen visual, audio,
dan teks agar membentuk pesan yang utuh dan mudah dipahami oleh audiens. Menurut
Bordwell dan Thompson
Dalam
konteks audiovisual, penyuntingan video berperan dalam menentukan
bagaimana informasi disajikan secara visual dan temporal. Manovich
Dalam
pembuatan video promosi institusional, penyuntingan video memiliki fungsi
strategis karena berhubungan langsung dengan citra dan pesan yang ingin
disampaikan. Video promosi harus disusun secara ringkas, informatif, dan menarik
secara visual. Pada tahap ini, integrasi teks dalam bentuk open captions
menjadi bagian dari proses penyuntingan yang tidak terpisahkan dari penyusunan
visual dan audio. Dengan demikian, proses ini menjadi landasan penting sebelum
penerapan aplikasi penyuntingan video, seperti CapCut, yang digunakan
untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip penyuntingan serta penerapan open
captions dalam video promosi Program Studi Sastra Inggris UKI.
2.4
Aplikasi CapCut dalam
Konteks Penerjemahan Audiovisual
Kemajuan teknologi saat ini turut
memengaruhi cara penerjemah dan editor media dalam mengelola teks terjemahan
pada konten audiovisual. Salah satu perangkat lunak yang banyak
digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah CapCut. CapCut merupakan
sebuah aplikasi penyuntingan video yang menawarkan berbagai fitur gratis sesuai
dengan kebutuhan pengguna, bisa dalam bentuk menambahkan teks, efek visual,
serta pengaturan sinkronisasi antara teks dan audio
Menurut Alaskar
Dengan mempertimbangkan hasil
penelitian tersebut, CapCut dapat dikatakan relevan digunakan dalam
kegiatan magang ini karena memiliki tampilan pengguna yang intuitif dan mudah
dioperasikan, serta fitur penyuntingan teks yang efisien. Aplikasi ini juga
memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip subtitling secara
langsung, seperti pengaturan durasi teks, pemilihan gaya huruf, dan penyesuaian
posisi teks di layar. Selain praktis dan ringan, CapCut juga gratis dan
kompatibel di berbagai perangkat, sehingga ideal digunakan dalam proyek skala
kecil hingga menengah, seperti pembuatan konten video promosi program studi.
Kegiatan magang yang dilaksanakan di
Program Studi Sastra Inggris, Universitas Kristen Indonesia memberikan
kesempatan bagi penulis untuk mengimplementasikan teori penerjemahan audiovisual
dalam praktik nyata. Dalam proses pembuatan konten video promosi, teori subtitling
yang dikemukakan oleh Diaz-Cintas dan Remael
Lebih lanjut, hasil penelitian
Alaskar
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Magang Kerja
Kegiatan magang kerja ini
dilaksanakan di Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa,
Universitas Kristen Indonesia. Program Studi Sastra Inggris UKI berfokus pada
kajian sastra dan budaya berbahasa Inggris, penerjemahan, dan literasi, serta
komunikasi profesional. Pelaksanaan magang berlangsung selama kurang lebih 3
(tiga) bulan, dengan sistem Work From Office (WFO), mulai dari 20
Agustus 2025 s./d. 21 November 2025. Kegiatan magang dilaksanakan di setiap
hari Senin sampai Jumat, pukul 08.00-17.00 WIB, sesuai dengan jam operasional
program studi. Selama periode magang, penulis terlibat secara langsung dalam
kegiatan administratif dan produksi konten digital yang mendukung kebutuhan
akademik dan promosi Program Studi Sastra Inggris UKI.
Gambar 3.1.1 Fakultas Sastra dan Bahasa UKI
3.2
Prosedur Pelaksanaan Magang
Prosedur pelaksanaan kegiatan magang
terdiri atas 3 (tiga) tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
dan tahap pelaporan.
3.2.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan tahap awal
yang dilakukan sebelum kegiatan magang dimulai, dengan tujuan memastikan
kesiapan administrasi dan pemahaman awal penulis mengenai tugas yang akan
dijalankan. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan meliputi:
- penyelenggaraan pertemuan awal
penulis dengan Ketua Program Studi Sastra Inggris UKI, Ibu Mike Wijaya
Saragih, untuk membahas rencana pelaksanaan magang serta pembukaan
kesempatan magang di lingkungan Program Studi Sastra Inggris;
- pengumpulan dokumen pendukung
berupa curriculum vitae (CV) dan surat permohonan magang kepada
Ketua Program Studi sebagai bagian dari proses administrasi penulis; dan
- pemberian arahan awal terkait
gambaran umum pekerjaan yang akan dilakukan selama magang, serta
pengenalan kepada salah satu staf prodi, yaitu Pak David, yang akan
menjadi rekan kerja utama dalam pelaksanaan tugas-tugas magang.
3.2.2 Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan inti
dari kegiatan magang, di mana penulis menjalankan tugas dan tanggung jawab yang
diberikan oleh Program Studi Sastra Inggris UKI. Kegiatan pada tahap ini
meliputi sebagai berikut.
- Pelaksanaan magang dilaksanakan
secara luring di setiap hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat, pukul
08.00-17.00 WIB, selama periode magang berlangsung.
- pengenalan terhadap staf prodi,
staf fakultas, serta dosen-dosen di lingkungan Fakultas Sastra dan Bahasa
UKI guna mendukung kelancaran koordinasi dan komunikasi kerja.
- Penggabungan penulis ke dalam
grup komunikasi Whatsapp yang melibatkan Ketua Program Studi dan
staf terkait, sebagai sarana koordinasi dan penyampaian instruksi kerja
yang efektif.
- Pelaksanaan berbagai tugas yang
berkaitan dengan produksi dan pengelolaan konten digital Program Studi
Sastra Inggris, khususnya pembuatan dan pengeditan video promosi. Konten
tersebut mencakup kegiatan internasional prodi, program pertukaran
mahasiswa, kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) seperti Kampus
Mengajar dan magang mahasiswa, kegiatan tahunan prodi, perlombaan, serta
dokumentasi dan rekap seminar.
- Pelaksanaan tugas pengarsipan
dan pendataan dokumen penting yang berkaitan dengan kebutuhan administrasi
dan audit prodi, seperti data mahasiswa MBKM, mahasiswa berprestasi, data
kegiatan magang mahasiswa dalam empat tahun terakhir, serta publikasi
mahasiswa Program Studi Sastra Inggris.
3.2.3 Tahap Pelaporan
Tahap pelaporan merupakan tahap
akhir penulis dari kegiatan magang yang berfokus pada pendokumentasian dan
evaluasi pelaksanaan magang. Kegiatan pada tahap ini meliputi:
- pengisian absensi harian secara
rutin yang mencatat waktu kehadiran dan kepulangan, serta deskripsi
singkat mengenai kegiatan yang dilakukan setiap hari;
- penulisan laporan magang
setelah kegiatan magang selesai. Laporan ini memuat analisis penerapan
teori yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik kerja
magang serta deskripsi kegiatan magang, dan menjadi salah satu syarat
kelulusan mata kuliah Internship; dan
- Pelaksanaan bimbingan penulisan
laporan magang bersama dosen pembimbing yang telah ditetapkan oleh Program
Studi Sastra Inggris UKI, dengan tujuan memastikan laporan disusun sesuai
dengan ketentuan akademik yang berlaku.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Profil Lokasi Magang
4.1.1 Sejarah Singkat Lokasi Magang
Program Studi Sastra Inggris
merupakan salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Sastra
dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia. Fakultas Sastra dan Bahasa terletak
di Jl. Mayor Jendral Sutoyo, No. 2, RT. 5/RW. 11, Cawang, Jakarta Timur. Fakultas
Sastra dan Bahasa memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Universitas
Kristen Indonesia. Fakultas ini termasuk ke dalam salah satu fakultas awal yang
didirikan bersamaan dengan peresmian Universitas Kristen Indonesia pada tahun
1953. Program Studi Sastra Inggris terus berkembang seiring dengan tuntutan
akademik dan kebutuhan dunia kerja. Pada tahun 2022, Program Studi Sastra
Inggris UKI memperoleh pengakuan sebagai salah satu program studi di UKI yang
terakreditasi secara Internasional oleh Foundation for International
Business Administration Accreditation (FIBAA). Pencapaian ini menegaskan
kualitas akademik program studi serta kesesuaiannya dengan standar pendidikan
internasional.
Program studi Sastra Inggris UKI
memiliki dua konsentrasi peminatan, yaitu literature (kesusastraan) dan translation
(penerjemahan). Kedua peminatan ini dirancang untuk memberikan pilihan
jalur keilmuan sesuai dengan minat dan rencana karir mahasiswa, serta mendukung
pengembangan kompetensi akademik dan profesional di bidang masing-masing.
Lulusan program studi ini diharapkan mampu berkomunikasi secara aktif dalam
bahasa Inggris di berbagai situasi kerja, melakukan kajian linguistik, sastra,
dan budaya, serta mengaplikasikan hasil kajian tersebut dalam dunia kerja.
4.1.2 Struktur Organisasi dan Tata
Kelola
Berikut adalah struktur organisasi
dan tata kelola Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia.
Gambar 4.1.2.1 Struktur Organisasi FSB UKI
Pada posisi tertinggi dalam struktur
organisasi ini terdapat Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa, yaitu Susanne A.H.
Sitohang, S.S., M.A., yang bertanggung jawab atas keseluruhan kebijakan,
pengelolaan, serta pengembangan fakultas. Di bawah dekan, terdapat Wakil Dekan,
yaitu Jannes Freddy Pardede, M.Hum., yang berperan membantu dekan dalam
pelaksanaan tugas-tugas akademik fakultas. Lalu di samping wakil dekan,
terdapat Sekretariat Dekanat yang dijabat oleh Kresensia Pebrianti, S.S., yang
bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi, surat-menyurat, serta
koordinasi kegiatan dekanat.
Masih berada di bawah koordinasi
dekan, Fakultas Sastra dan Bahasa memiliki tiga Ketua Program Studi (Kaprodi)
yang masing-masing memimpin dan mengelola program studi di lingkungan fakultas.
Salah satunya adalah Kaprodi Sastra Inggris, Mike Wijaya Saragih, S.S., M.Hum.,
yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan akademik, kurikulum, serta
pengelolaan administrasi Program Studi Sastra Inggris. Dalam menjalankan
tugasnya, Kaprodi Sastra Inggris dibantu oleh Staf Program Studi Sastra
Inggris, yaitu David Giri Pradipta, A.Md.K.A., yang berperan dalam pengelolaan
administrasi prodi, pengarsipan data, serta koordinasi kegiatan akademik dan
nonakademik.
Lalu, untuk Kepala Program Studi
Pendidikan Bahasa Mandarin dipimpin oleh Elyana, S.S., M.Pd., dengan dukungan
staf prodi yaitu Nancy Lambok Morrito, S.Hum.. Selanjutnya, Kaprodi Pendidikan
Bahasa Inggris dipimpin oleh Hendrikus Male, S.Pd., M.Hum., yang dalam
pelaksanaan tugasnya dibantu oleh staf prodi, yaitu Reynhard Mahda, S.A.P.. Di
sisi administrasi fakultas, terdapat Kepala Tata Usaha Fakultas, yaitu
Ivalentina Situmorang, A.Md.Akun., S.E., yang bertanggung jawab atas
pengelolaan administrasi umum, keuangan, dan pelayanan akademik fakultas.
Kepala Tata Usaha dibantu oleh Pengelola Data, yaitu Aloisius Gonsaga Beda,
S.E., yang berperan dalam pengelolaan data akademik serta administratif
fakultas.
Dalam struktur organisasi tersebut,
penulis melakukan kegiatan magang di bawah koordinasi Kaprodi Sastra Inggris
dan Staf Program Studi Sastra Inggris. Selama kegiatan magang, penulis terlibat
secara langsung dalam berbagai kegiatan administratif dan promosi prodi, serta
berkoordinasi intensif dengan Kaprodi dan staf prodi dalam pelaksanaan
tugas-tugas yang diberikan.
4.2
Deskripsi Kegiatan Magang
Kegiatan utama yang dilakukan
penulis selama magang adalah pembuatan dan penyuntingan konten video promosi
Program Studi Sastra Inggris. Konten video tersebut mencakup berbagai kegiatan
akademik dan nonakademik, seperti kegiatan internasional yang diselenggarakan
oleh prodi, program pertukaran mahasiswa, kegiatan Kampus Mengajar sebagai
bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan tahunan
prodi, perlombaan, serta video rekapitulasi seminar yang diselenggarakan oleh
prodi. Dalam proses ini, penulis bertanggung jawab mulai dari pemilihan
dokumentasi seperti foto atau video kegiatan, penyuntingan video, hingga
penambahan teks, caption, dan musik latar sesuai dengan tujuan promosi
prodi.
Selain kegiatan promosi, penulis
juga terlibat dalam pengarsipan dan pengelolaan data administratif prodi. Data
yang dikelola antara lain data mahasiswa yang mengikuti berbagai kegiatan MBKM,
data mahasiswa berprestasi, data kegiatan magang mahasiswa dalam kurun waktu
empat tahun terakhir, serta dokumentasi publikasi kegiatan mahasiswa Program
Studi Sastra Inggris. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan
administrasi dan persiapan audit prodi.
Kegiatan lain yang menjadi pekerjaan
bagi penulis adalah pembuatan sertifikat kehadiran untuk berbagai kegiatan yang
diselenggarakan oleh prodi. Sertifikat tersebut ditujukan kepada panitia,
narasumber (pembicara), dosen dan partisipan yang hadir di acara akademik,
seperti Academic Talks on Language, Literature, and Culture, Literary
Appreciation 2025, dan Career Coaching Day 2025. Dalam pembuatan
sertifikat ini, penulis menggunakan platform Canva sebagai media
desain. Penulis bertugas menyesuaikan dan merapikan desain sertifikat, serta
memastikan seluruh informasi tercantum dengan benar, seperti nama kegiatan,
tanggal pelaksanaan, nama penerima sertifikat, serta mencantumkan tanda tangan
Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa dan Kaprodi Sastra Inggris sesuai dengan
ketentuan prodi.
Gambar 4.2.1 Pembuatan Sertifikat di Canva
4.3
Pembahasan Hasil Kegiatan Magang
Laporan ini membahas hasil kegiatan
magang yang telah dilaksanakan oleh penulis di Program Studi Sastra Inggris,
Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen Indonesia, dengan fokus pada
proses penerjemahan audiovisual dan penerapan strategi subtitling,
khususnya text condensation, dalam pembuatan open captions.
Melalui pembahasan ini, penulis menguraikan bagaimana teori penerjemahan audiovisual
dapat diterapkan secara praktis dalam produksi konten video promosi prodi.
4.3.1 Penyusunan Narasi Awal sebagai
Dasar Open Captions
Langkah awal yang dilakukan penulis
dalam praktik pembuatan open captions pada video promosi Program Studi
Sastra Inggris adalah menyusun naskah narasi berbahasa Inggris sebagai dasar
penyampaian informasi dalam video. Narasi ini dirancang untuk merepresentasikan
kegiatan yang ditampilkan secara visual, contoh proyek yang dilakukan penulis
adalah pembuatan video bertemakan “International Activities” yang
dilakukan oleh prodi sebagai bahan konten video promosi. Naskah awal ini
berfungsi sebagai kerangka utama yang menjelaskan kegiatan internasional yang
diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UKI, seperti SEA Teacher
Project dan International Credit Transfer Program. Penyusunan narasi
dilakukan sebelum proses penyuntingan video dimulai, sehingga teks dapat
disesuaikan secara bertahap dengan alur visual yang ditampilkan.
Gambar 4.3.1. Naskah Awal untuk Video International Activities
Berdasarkan dokumentasi pada gambar 4.3.1,
naskah narasi awal terdiri atas dua paragraf yang bersifat deskriptif dan
informatif. Pada tahap ini, narasi masih disusun secara relatif panjang karena
bertujuan untuk mencakup seluruh informasi penting yang ingin disampaikan
kepada audiens. Namun, jika ditinjau dari perspektif penerjemahan audiovisual,
khususnya subtitling, naskah awal tersebut belum sepenuhnya sesuai untuk
ditampilkan secara langsung sebagai open captions. Panjang kalimat dan
kepadatan informasi berpotensi menyulitkan keterbacaan apabila teks ditampilkan
secara bersamaan dengan visual video. Hal ini sejalan dengan pendapat
Diaz-Cintas dan Remael
Oleh karena itu, naskah narasi awal
ini menjadi bahan utama dalam proses selanjutnya, yaitu penyesuaian dan
pemadatan teks (text condensation) sebelum digunakan sebagai open
captions. Proses ini dilakukan dengan memilih informasi yang paling
relevan, menyederhanakan struktur kalimat, serta menghilangkan bagian yang
dianggap repetitif, tanpa menghilangkan pesan utama yang ingin disampaikan
dalam video promosi.
4.3.2 Proses Pemadatan Teks dalam
Pembuatan Open Captions
Setelah narasi awal disusun, tahap
selanjutnya dalam pembuatan video promosi International Activities
adalah proses text condensation (pemadatan teks). Tahap ini dilakukan
untuk menyesuaikan naskah dengan karakteristik media audiovisual,
khususnya karena teks akan ditampilkan secara permanen sebagai open captions
pada layar. Berdasarkan dokumentasi pada gambar 4.3.2 terlihat bahwa naskah
narasi mengalami perubahan yang signifikan dari segi panjang dan struktur
kalimat.
Gambar 4.3.2. Naskah Final untuk Video
International Activities
Berdasarkan data yang digunakan
dalam pembuatan video promosi International Activities, penerapan
strategi text condensation terlihat jelas melalui proses penyederhanaan
kalimat dan penghilangan informasi yang bersifat repetitif dari naskah awal
menuju naskah akhir yang digunakan sebagai open captions. Pada tahap
awal, penulis menyusun naskah narasi yang relatif panjang dan bersifat deskriptif,
seperti pada kalimat:
“For
students of English Literature UKI, learning goes beyond the classroom — it
reaches across borders. Our students are encouraged to explore world, gain
international exposure, and grow through meaningful global experiences.”
Kalimat tersebut kemudian dipadatkan
menjadi:
“At English
Literature UKI, international opportunities await our students.”
Penyederhanaan ini dilakukan dengan
menggabungkan beberapa ide serupa ke dalam satu pernyataan yang lebih ringkas
namun tetap merepresentasikan makna utama.
Selain itu, penghilangan informasi
repetitif juga terlihat pada bagian penutup narasi awal, seperti:
“These
experiences are more than academic; they open doors to new cultures, new
friendships, and new perspectives.”
“At English
Literature UKI, we believe the world is our classroom, and the future has no
borders.”
Pada versi akhir, bagian ini diubah
menjadi:
“At English
Literature UKI, your journey is not limited by boundaries. It is expanded by
global opportunities.”
Dalam hal ini, frasa new cultures,
new friendships, new perspectives, dan the world is our
classroom dianggap memiliki makna yang saling tumpang tindih, sehingga
tidak seluruhnya ditampilkan dalam open captions. Penghilangan informasi
repetitif tersebut bertujuan untuk menjaga keterbatasan teks tanpa mengurangi
pesan promosi yang ingin disampaikan.
Informasi penting lainnya seperti
jenis program internasional, penyelenggara kegiatan, lokasi negara tujuan,
serta manfaat yang diperoleh mahasiswa tetap dipertahankan. Langkah ini sejalan
dengan pendapat Diaz-Cintas dan Remael
4.3.3 Penerapan Narasi Final menjadi
Open Captions
Gambar 4.3.3. 1 Pembuatan Open Captions pada bagian Video ICT
Gambar 4.3.3.1 menampilkan penerapan
open captions pada bagian yang membahas tentang International Credit
Transfer Program. Teks yang ditampilkan menjelaskan cakupan wilayah studi,
mulai dari Asia hingga Eropa, serta pengalaman akademik dan budaya yang
diperoleh mahasiswa. Pada bagian ini, teks disusun dalam potongan singkat,
seperti “From Asia (The Philippines and Taiwan) to Europe (Austria),” “our
students experience international classrooms, diverse cultures, and a broader
perspective on education” agar audiens dapat membaca dengan nyaman tetapi
tetap memperhatikan alur visual yang sesuai dengan dokumentasi kegiatan.
Gambar 4.3.3. 2 Penyuntingan Open Captions yang Disesuaikan dengan Alur Visual
Video
Gambar 4.3.3.2 memperlihatkan
bagaimana open captions digunakan dan disesuaikan dengan alur visual
dalam video promosi. Teks ditampilkan mengikuti urutan kegiatan internasional
yang ditayangkan, sehingga membantu membentuk alur cerita yang jelas dan mudah
dipahami oleh penonton. Dalam penerapannya, open captions tidak hanya
berfungsi sebagai teks tambahan, tetapi juga mendukung visual yang ada dan
membantu menegaskan pesan promosi yang ingin disampaikan oleh Program Studi
Sastra Inggris UKI, khususnya terkait dengan kegiatan internasional yang
diikuti oleh mahasiswa.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Kegiatan magang yang dilaksanakan di
Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa, Universitas Kristen
Indonesia memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai
penerapan teori penerjemahan audiovisual dalam konteks nyata. Selama
magang, penulis terlibat langsung dalam proses perancangan dan penyuntingan
video promosi prodi, khususnya dalam pembuatan open captions sebagai
bagian dari penyampaian informasi kegiatan akademik dan internasional.
Penerapan open captions dalam video promosi tidak hanya berfungsi
sebagai pelengkap visual, tetapi juga sebagai sarana utama untuk menyampaikan
pesan secara ringkas, jelas, dan mudah dipahami oleh penonton.
Dalam prosesnya, penulis menerapkan
prinsip-prinsip subtitling yang telah dipelajari, terutama strategi text
condensation, dengan menyesuaikan naskah narasi agar sesuai dengan
keterbatasan ruang dan durasi tampilan teks pada media audiovisual.
Penyusunan naskah dilakukan sejak tahap awal produksi, kemudian dipadatkan dan
disesuaikan dengan alur visual kegiatan internasional yang ditampilkan dalam
video. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pemahaman bahwa penerjemahan audiovisual
dalam konteks institusional bisa berupa penyusunan narasi informatif yang
dirancang khusus untuk kebutuhan promosi. Pengalaman magang ini juga membantu
penulis mengembangkan keterampilan praktis dalam pengolahan teks, pemilihan
diksi, serta pemanfaatan perangkat lunak penyuntingan video sebagai bagian dari
praktik penerjemahan audiovisual.
5.2
Saran
Berdasarkan pengalaman dan hasil
kegiatan magang yang telah dilaksanakan, penulis menyampaikan beberapa saran
yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaksana magang dan pengembangan
Program Studi Sastra Inggris kedepannya.
- Saran terkait pelaksanaan
magang
Pelaksanaan magang di lingkungan
Program Studi Sastra Inggris sudah berjalan dengan baik dan memberikan ruang
bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik dan promosi
institusional. Namun, akan lebih optimal apabila pada periode selanjutnya
terdapat pembagian tugas yang lebih terstruktur sejak awal, sehingga proses
pengerjaan tugas dapat berjalan lebih efektif.
- Saran kepada Program Studi
Sastra Inggris
Program Studi Sastra Inggris UKI
diharapkan dapat terus mengembangkan pemanfaatan media audiovisual
sebagai sarana promosi dan publikasi kegiatan akademik. Integrasi antara
keilmuan penerjemahan dan teknologi digital dapat menjadi keunggulan tersendiri
bagi prodi. Selain itu, penguatan pembelajaran yang bersifat aplikatif,
khususnya dalam bidang penerjemahan audiovisual dan media digital, dapat
membantu mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin
menuntut keterampilan lintas bidang
DAFTAR PUSTAKA
Ahmed, T. (2026, January 6). An Honest CapCut Review
in 2026 [Pros & Cons]. AgencyHandy.com. Diambil kembali dari
https://www.agencyhandy.com/capcut-review/
Alaskar,
H. (2025). Impact of Employing Mobile Apps’ AI Translation During Audiovisual
Translation Classes. Dragoman Journal of Translation Studies.
doi:https://doi.org/10.63132/ati.2025.impact.63517900
Bordwell,
D., & Thompson, K. (2019). Film Art: An Introduction (12th ed.).
New York: McGraw-Hill Education.
Chandler,
D. (2022). Semiotics: The Basics (3rd ed.). London: Routledge.
Diaz-Cintas,
J., & Orero, P. (2010). Audiovisual Translation: Research and Use.
(Vol. 1). Amsterdam: John Benjamins.
Diaz-Cintas,
J., & Remael, A. (2014). Audiovisual Translation: Subtitling (2
ed.). Routledge. Diambil kembali dari
https://books.google.co.id/books?id=MlW4AwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id
Fellayati,
H. (2022, January 4). Aplikasi CapCut : Pengertian, Fitur dan Cara
Downloadnya. blog.rumahweb.com. Diambil kembali dari
https://blog.rumahweb.com/download-aplikasi-capcut/
Galingging, Y., & Tambunsaribu, G. (2021). Penerjemahan
Idiomatis Peter Newmark dan Mildred Larson. Dialektika: Jurnal Bahasa,
Sastra dan Budaya, 8(1), 56-70.
Gambier,
Y., & Gottlieb, H. (2001). (Multi) Media Translation: Concepts,
Practices, and Research (Vol. 34). John Benjamins Publishing.
Gottlieb,
H. (1992). Subtitling-A New University Discipline (A New University
Discipline. In C. Dollerup & A. Loddegaard (Eds.) ed.). John Benjamins
Publishing.
Kuo,
F. (2004). Open and Closed: Captioning Technology as a Means to Equality, 23
J. Marshall J. Computer & Info. L. 159 (2004). UIC John Marshall
Journal of Information Technology & Privacy Law, 23(1), 159-208.
Larsson,
A. (2025, August 1). CapCut Review 2025: Why It’s Still the Best Free Video
Editor. minivoo. Diambil kembali dari
https://www.minivoo.com/article/capcut-review-2025-the-best-kcpdo44i1ejd2/
Manovich,
L. (2020). Cultural Analytics. Cambridge: MIT Press.
Neves,
J. (2005). Audiovisual Translation: Subtitling for the Deaf and
Hard-of-Hearing. University of Roehampton.
Romero-Fresco,
P. (2019). Accessible Filmmaking: Integrating Translation and
Accessibility into the Filmmaking Process (1 ed.). Routledge.
Szarkowska,
A., & Gerber-Morón, O. (2019, January 2). Two or Three Lines: A
Mixed-Methods Study on Subtitle Processing and Preferences. Perspectives,
21, 144-164.
Tambunsaribu, G. (2016). Ketepatan Terjemahan Kolokasi bahasa Inggris
ke Dalam bahasa Indonesia Menggunakan Google Translate. Jurnal Dialektika,
7.
Tambunsaribu, G. (2022). Teknik Penerjemahan Kalimat Bahasa Inggris
Berbasis 16 Tenses. Penerbit Deepublish.
Tambunsaribu,
G. (2023, June 23x). Proses Penerjemahan Buku Psikologi dari Bahasa Inggris
ke Bahasa Indonesia. Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMNALISA
III) 2023: Dinamika dan Tantangan Kajian Linguistik dan Sastra, I, 45-53.

Komentar